Orang dewasa tidak akan memaksakan kehendaknya, tidak akan merengek jika tidak mendapatkan keinginannya.
Orang dewasa bisa menahan diri, menguasai dirinya dari pikiran bahkan perasaannya.
Aku ingat semua hal yang terjadi pada kita, tapi aku tak ingat kapan tepatnya kita mulai tak saling bicara.
Kita bicara, kita jelas bicara, namun kita bicara dengan rasa yang sudah berbeda.
Aku tau kamu tau keadaannya sudah berbeda. Aku tau kamu tetap berpikir klo kita sama saja. Tapi kamu lihat sendiri apa yang telah kuputuskan, dan kamu tidak melakukan apa-apa.
Kata orang, jika kita merindukan seseorang, maka orang yang kita rindukan sedang memikirkan kita.
Aku sangat merindukan kita.
Lihat, kita bahkan dewasa bersama waktu atau dewasa karena waktu, aku tak tahu.
Waktu yang menjelaskan pada kita tanpa sebuah kata, bahwa kita tidak bisa memiliki komitmen apapun bahkan sebelum kita pernah memikirkan tentang itu.
Terkadang aku mengeluh mengapa manusia membuatnya begitu sulit.
Kita, bersama waktu, telah melangkah ke tujuan masing-masing tanpa saling tahu apa sebabnya, kapan tepatnya, mengapa terjadi, bagaimana caranya, siapa yang salah dan benar, dan dimana akhirnya.
Aku tak bisa tulus hanya berteman denganmu. Sulit sekali. Lebih baik kita tidak saling bertemu atau bahkan jika takdir menginginkannya, jangan pernah melihat ke arahku.
Kita pada akhirnya, akan membisu tentang rasa yang pernah ada.
Untukmu, ilalang.
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar